Mengenal jenis cat yang ada dipasaran

Cat adalah suatu cairan yang menyebar pada suatu media atau benda kerja, dan membentuk lapisan tipis dimana solvent sebagai pelarutnya akan menguap. Lapisan yang terbentuk inilah yang nantinya akan memberikan perlindungan terhadap media yang dicat. Salah satu cat yang paling sering kita jumpai selain cat tembok adalah cat kayu, cat besi, dll.


Cat kayu memiliki karakter yang berbeda - beda. Dan cara menggunakannya juga berbeda, tergantung dari jenis cat kayu yang digunakan. Ada 2 cara menggunakan cat kayu, yaitu :
  •  Kuas
Cat jenis ini biasanya lebih encer dan hasil akhirnya tidak keras. Contoh : cat untuk pintu, kusen, gazebo, pergola, dll.
  • Spray atau semprot
Cat yang digunakan lebih kental jadi diperlukan thinner dan hasil akhirnya keras. Contoh : cat mobil, cat furniture, cat untuk gitar, cat untuk piano, dll.

Saat kita datang ke toko cat kita akan melihat display berbagai macam jenis cat, diantaranya :

1. Cat sherllac
Biasanya menggunakan spirtus sebagai pelarutnya dan oker sebagai pewarnanya. Sherllac ini sebenarnya termasuk jenis cat yang alami. Karena berbahan dasar dari alam, bukan sintesis. Kita bisa menjumpai jenis cat ini pada meubel-meubel ekonomis yang biasa dijual dipinggir jalan dengan bahan media kayu ramin maupun teak block. Sherllac hanya untuk cat interior, tidak tahan sinar UV dan sifat lapisan filmnya tidak keras.

2. Cat UV ( Ultra Violet )
Ini adalah cat khusus yang digunakan untuk mengecat parquet ( lantai dari kayu ). Untuk mengaplikasikannya juga ada alat khusus. Cat ini akan mengering bila terkena sinar UV, bukan karena penguapan thinner ataupun hasil reaksi. Hasil lapisan filmnya tipis, keras, tahan solvent, tahan gores. Tetapi ada juga cat parquet yang di spray/semprot, ada juga yang di roll ( rubber roll ).


3. Cat melamine/melamik
Melamine menggunakan resin asam amino (resin sintesis). Hasil film catnya keras, tahan bahan kimia, tahan gores, tahan solvent tetapi tidak tahan sinar UV. Jadi hanya untuk interior saja. Cat jenis cara menggunakannya harus memakai semprot / spray, agar hasilnya bisa halus ( smooth ). Contoh penggunaannya : Meubel meja, kursi, almari, dll.

4. Cat Poly Urethan ( PU )
Cat PU lebih dikenal sebagai cat bakar. Biasanya untuk lapisan akhir/varnis mobil. Hasilnya keras flexible, bisa dipoles ( buffing ), tahan sinar UV, tahan gores, tahan solvent. Cat PU ini tidak hanya digunakan untuk clear cat mobil saja, tetapi ada juga yang diformulasikan khusus untuk meubel. Jadi harganya bisa lebih murah.

5.  Cat politur
Pada umumnya politur menggunakan resin alkyd. Bisa untuk eksterior yang tahan sinar UV ada pula yang hanya khusus untuk interior saja. Politur ini bisa dikuas maupun semprot. Contoh : Cat untuk pintu, kusen, gazebo, pergola, relling tangga, garasi kayu, handycraft.
6. Cat Poly Ester ( PE )
Cara mengaplikasikannya ada 2 cara : spray/semprot dan dituang ( cor ). Lapisan film yang dihasilkan tebal, keras, tahan solvent, tahan gores, high gloss, cepat kering. Banyak digunakan untuk pengecatan piano, top table, gitar listrik, dll.

7. Cat Nitro Cellulose ( NC )
NC merupakan cat 1 komponen,dimana lapisan film terbentuk karena penguapan thinner. Hasilnya tipis, terkesan natural, larut solvent, tidak keras, mudah untuk direfinish lagi ( diperbaiki / dicat lagi ).
Karena hasilnya yang terlihat natural, maka banyak digunakan untuk pengecatan meubel-meubel eksport, meubel antique finish. Sedangkan untuk yang duco / solid colour ( ada warnanaya ) banyak juga digunakan untuk pengecatan mobil ataupun perabotan rumah, seperti kitchen set, meubel, dll.

8. Cat Epoxy
Resin epoxy biasa digunakan untuk cat anti karat / meni besi. Selain itu ada juga untuk pengecatan lantai dari beton. Contoh : ruang operasi, laboratorium, ruang produksi, show room mobil, bengkel mobil, dll.


Mohon untuk masukannya bila ada kekurangan dari artikel ini. Semoga bermanfaat !


Tidak ada komentar:

Posting Komentar