Bahan baku utama cat tembok

Apa itu resin ?
Resin atau binder merupakan bahan paling utama dalam pembuatan cat. Resin ini akan membentuk suatu lapisan film. Sehingga kualitas dari sebuah cat sangatlah dipengaruhi dari pemilihan resin ini. Resin atau binder dalam cat tembok sering juga disebut sebagai " LATEX ". Istilah latex ini bukanlah latex karet alam seperti yang dipakai pada kasur latex. Melainkan latex sebagai resin yang flexible. 


Belajar mengenai latex berarti belajar juga tentang polymer atau polymerisasi. Pada dasarnya polymerisasi resin adalah pembentukan resin dari polymer building block seperti monomers. 

Untuk lebih mudah memahaminya, saya akan coba menganalogikan rantai besi sebagai polymer dan besi satuan sebagai monomer. Jadi monomer ini akan mengalami proses saling mengait hingga membentuk suatu rantai yang kuat. Lalu bagaimana dengan istilah polymerisasi ? Polymerisasi adalah sebutan dari proses terjadinya polymer. 
Latex alam ( getah damar )

Nah,kalau sudah paham, kita kembali lagi ke latex. Dipasaran kita menjumpai harga cat tembok yang bervariatif. Hal ini dikarenakan latex yang digunakan berbeda-beda. Pada umumnya latex yang digunakan pada cat tembok adalah ACRYLIC TECHLONOGY. Sehingga latex yang digunakan selalu diberikan embel-embel ACRYLIC. Sebagai contoh:

Latex FULL ACRYLIC ( 100% Acrylic )
 Latex ini berarti bahan baku di dalamnya Full Acrylic Building Block. Yang artinya membawa sifat Non Yellowing ( tidak berubah menguning setelah diaplikasikan ), High Performance dan flexibilitas yang tinggi. Sehingga latex jenis ini sangatlah cocok untuk cat eksterior yang sering terkena sinar matahari secara langsung maupun dari air hujan. Karena latex ini sangatlah mahal. Dan latex full acrylic ini juga menggunakan additive khusus dalam jumlah yang banyak. Berbeda dengan jenis latex yang lainnya.

LATEX STYRENE ACRYLIC 
Latex jenis ini bisa di katakan yang paling populer saat ini. Karena gugus polymer acrylic dimasak ( dipadukan ) dengan stryrene monomers yang harganya lebih ekonomis sehingga tercipta latex jenis styrene acrylic ini. Latex ini memiliki sifat sedikit menguning ( Low Yellowing ) tergantung dari formulasi latexnya. Performa filmnya juga relatif baik. Beberapa produsen bahkan mampu memodifikasi latex yang sedikit menguning saja ( Slightly Yellowing ).

Gugus styrene monomer sebenarnya memiliki sifat yang menguning. Tetapi dengan formulasi yang tepat bisa menekan sifat menguningnya ( Yellowing ). Jenis latex ini biasanya dipasaran diberika embel - embel cat 2 in 1. Jadi bisa digunakan untuk pengecatan yang tekena sinar matahari ( eksterior) maupun yang tidak ( interior ). Jadi kalau anda membeli cat yang ada tulisannya cat 2 in 1 bisa dipastikan cat ini menggunakan latex jenis Styrene Acrylic.

LATEX VINYL ACRYLIC 
Bisa dikatakan paling ekonomis. Gugus vinyl monomer bersifat yellowing tetapi berharga murah karena dikombinasikan dengan Acrylic Building Block. Jenis ini kualitasnya masih dibawah stryrene acrylic.

VEOVA
Terbuat sari building block acrylic, vinyl acetate danVeova monomers. Jenis ini diklaim memiliki keunggulan dalam penggunaan interior maupun eksterior. 
Jenis ini mempu mengungguli daya tahan ekterior latex jenis styrene acrylic. Sehingga VEOVA banyak juga digunakan untuk cat 2 in 1.

VAE ( Vinyl Acetate Ethylene )
Adalah latex dengan teknologi baru pada aplikasi cat tembok. Dimana cat tembok adalah cat berjenis Water-Borne ( tidak 100% berbahan dasar air ). Tetap perlu penambahan pelarut ( solvent ) tertentu untuk membantu mencapai hasil aplikasi yang diinginkan. 

Dengan perkembangan sekarang ini, sudah banyak masyarakat yang peduli terhadap lingkungan. Termasuknya menginginkan produk yang ramah lingkungan ( Green product ), sehingga tidak mencemari lingkungan.

Penggunaan solvent dalam formulasi cat tembok akan menyebabkan cat tersebut memiliki kandungan VOC ( Volatile Organic Compound ) atau bahan yang mudah menguap.Kekurangannya secara kualitas dan harga menjadi kurang menarik dibandingkan dengan latex jenis lain. Artinya mengurangi pemakaian solvent tetapi harga latexVAE masih lebih mahal dan performance kualitas cat yang dihasilkan masih di bawah jenis latexlainnya.


 

 


1 komentar:

  1. Informasi yg sangat bagus, karena konsumen sering bingung membedakan latex dan acrylic.

    BalasHapus